Thursday, April 9, 2020

Persembahan untuk Alumni Graduate 26 Pondok Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah



Make Your Dream Become Real
Tuliskan Mimpi mu

Halo, Perkenalan nama aku Ermita Fatimah Hasibuan sering disapa mita. Aku Mahasiswi Uin Ar-Raniry Banda Aceh jurusan Perbankan Syariah. Aku Alumni Pondok Pesantren Raudhatul Hasanah tahun 2017

Aku pun memutuskan masuk pesantren setelah tamat SMP, asal ku dari Kota Tebing Tinggi yang tak jauh dari Medan membuat keluarga ku mengizinkan ku untuk bersekolah disana. Tempat yang membuat ku memulai hidup baru dan merasakan perubahan besar dalam hidup ku.

1 tahun belajar di pesantren banyak banget hikmah dan tantangan yang aku dapat. Terutama badan ku yang belum bisa menyesuaikan dengan kondisi kegagalan pesantren yang super padat. Apalagi aku dari Intensif yang harus dituntut belajar lebih cepat tanggap.

Dengan kondisi yang seperti itu, akhirnya aku pun sering jatuh sakit. Awalnya aku sakit biasa seperti santriwati lainnya demam, pusing kepala, flu, batuk dsb. Namun ternyata tiba saatnya dipertengahan tahun aku memiliki sakit yang cukup parah yaitu Kelenjar Getah Bening. Selain saat itu aku di botak karena ada beberapa benjolan di kepala aku juga tidak bisa berjalan dikarenakan bersamaan dengan itu kaki ku juga sakit yang menyebabkan harus di perban. Kata yang mengobati ku saat itu ini adalah penyebab syaraf kepala ku yang sudah bermasalah berpengaruh ke seluruh anggota tubuh. Duuuuhh sedih banget deh kalau ingat moment itu 😫

Dengan kondisi sakit ku, alhamdulillah pesantren memberi ku keringanan untuk berobat jalan keluar. Diizinkan keluar seminggu sekali di hari Jum'at, hari libur nya pesantren. Karena berobat harus dilakukan secara rutin sempat ayah ku menawarkan untuk keluar dari pesantren karena kondisi ku yang tidak memungkinkan lagi. Namun aku berusaha meyakinkan nya bahwa aku senang berada di pesantren dan mampu menyesuaikan diri. Ukhti, ustazah dan teman-teman pesantren pun memberikan support penuh agar aku sembuh

Dalam kondisi ku yang penyakitan, aku sangat bersyukur diberikan Allah teman-teman yang luar biasa. Mereka rela memapahku kemana pun aku pergi, rela meluangkan waktunya untuk menjenguk ku di kamar ataupun di klinik di waktu istirahat belajar, mengambilkan makanan khusus ku di dapur lalu menyuapinya dan rela sewaktu-waktu memandikan ku yang saat itu yang hanya bisa terbaring di atas kasur 😭 Hey kalian... Jika kalian baca cerita ini, aku ingin berkata bahwa aku sangat merindukan kalian dan aku harap semoga Allah membalas kebaikan kalian.

Cerita menyedihkan ini tak hanya sampai disini. Aku pun mulai meragukan kelulusan ku karena aku tidak mampu menyerap pelajaran dan sering keluar pesantren. Bersyukur nya aku punya seorang teman yang saat itu menduduki kelas C di pesantren kami yang dijuluki kelas santriwati yang smart. Dia rela mengajari seluruh pelajaran dengan ku dari awal hingga akhir dan bahkan aku sendiri meragukan apakah dia belajar lagi setelah dia lelah mengajariku seharian. Tak hanya menjadi guru private ku, dia pun terus menerus menyemangati ku untuk tak pantang menyerah. Singkat cerita di detik kelulusan yang kala itu aku melihatnya di Koran. Aku berhasil naik kelas dan bahkan tidak menduduki peringkat terbawah seperti dugaan ku sebelumnya.

Setelah aku menduduki kelas 3 intensif di semester genap aku pun sanggup menyesuaikan diri dan mulai beraktivitas seperti biasa. Walaupun dalam hal ini aku masih rutin konsumsi obat. Beberapa kali untuk check kesehatan dan tetap menjaga pantangan makanan. Hingga akhirnya aku duduk dikelas 5 setara dengan kelas 2 SMA masa-masa dimana santriwati akan dibebankan amanah untuk menjadi pengurus OPRH seperti OSIS pada umumnya. Pikir ku saat itu, mungkin dikarenakan aku dikenal sebagai santriwati yang penyakitan, tak satu pun jabatan kala itu mempercayai ku. Dan bahkan sekalipun jabatan terendah di pesantren yaitu sebagai Pengurus Rayon.

Perasaan ku gimana? Sedih dan marah. Aku merasa tidak dianggap, merasa tak punya keahlian apapun, dan merasa bahwa aku hanya di cap sebagai Penyakitan. Namun, ada 1 hal yang membuat ku tabah menghadapi ini semua. Karena aku mendapatkan pembelajaran penting tentang kekuatan Mimpi. Sejak duduk dikelas 5 ini lah aku sudah mulai menuliskan mimpi-mimpiku yang aku harap saat itu aku mampu mewujudkannya ketika keluar dari pesan.

Sampailah aku di kelas 6, tepat 5 bulan kedepan menjelang LPJ akhirnya aku mendapatkan jabatan untuk duduk di bagian Lingkungan itu pun karena aku yakin ustazah wali kelas ku saat itu kasian terhadap ku karena tidak merasakan jabatan apa pun selama di pesantren.

Masa-masa sulit di pesantren berakhir dan alhamdulillah aku menjadi Alumni. Janji ku pada pesantren untuk mengharumkan namanya dan menjaga diri ku untuk nama baiknya pun sampai detik ini masih terpatri di jiwa ku. Tiba lah aku di dunia perkuliahan. Dunia yang lebih berbeda, dunia yang tidak mengenal masa lalu ku seperti apa. Aku ingat janji-janji ku ketika di pesantren, aku ingin membuktikan bahwa aku mampu mewujudkan segala impian ku yang telah tertumpuk dengan ratusan list dibuku favorit ku.

Aku memulainya dengan aktif mengikuti organisasi, pelatihan pengembangan diri dan leadership. Hingga pada akhirnya aku bisa mewujudkan impian ku satu persatu. Sebagai contohnya : saat di pesantren aku menuliskan keluar negeri gratis. Alhamdulillah di semester 3 aku bisa mewujudkannya karena lulus sebagai Delegasi Changemaker Indonesia Volunteering in Kuala Lumpur. Tak hanya itu aku juga pernah menulis ingin mendapatkan IP 4,0 di dream list ku. Alhamdulillah aku mampu mewujudkan itu. Aku pernah menulis ingin menjadi seorang investor muda. Alhamdulillah aku memiliki saham di perusahaan PT. ANTM dan lagi lagi aku mampu mewujudkannya. Aku pernah menuliskan bahwa aku ingin menjadi seorang pembicara hebat. Alhamdulillah diri ini beberapa kali dipercaya untuk menjadi speaker di seminar maupun kegiatan tertentu. Aku juga pernah menuliskan ingin
mendapatkan juara apapun itu yang bisa mengharumkan nama sekolah. Alhamdulillah aku berhasil mendapatkan beberapa juara kompetisi Debat baik antar fakultas hingga antar kampus. Dan masih banyak lagi dream-dream yang ingin ku wujudkan.

Namun kini ku menyadari hidupku akan jauh lebih berarti jika aku bisa berada diantara mimpi-mimpi orang lain. Aku pun mulai berani membangun komunitas dan mengembangkan nya untuk mewujudkan misi ku keliling Indonesia dengan menebar manfaat lewat kepedulian sosial. Aku berharap semoga hidupku di Dunia membawa berkah untuk orang lain.

Maaf ya jika terlalu panjang. Aku berharap kalian juga bisa menjadi inspirasi untuk orang-orang disekitar kalian. Pesan ku jadilah Agent of Change untuk diri kalian sendiri dan lingkungan. Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi?

Kita hanya perlu punya niat kuat, Ikhtiar mantap, dan Iman maksimal. Tetap lah berprasangka baik kepada Allah karena Allah mengabulkan apa yang anda butuhkan, bukan yang anda inginkan. Buatlah bangga org tuamu dan org sekitarmu karena hal baik yg kamu lakukan.

"Isi cerita hidup ini dengan Makna dan Manfaat. Karena setiap cerita memiliki tuannya sendiri, dan setiap tuan berhak mengisi ceritanya sendiri".